Dari Rapat Kehumasan, Azwardi Natta Meneguhkan Arti Penting Publikasi Kerja Pengawasan
|
Mangupura – Kerja kehumasan menjadi bagian penting dalam memastikan setiap kerja pengawasan Bawaslu dapat diketahui dan dipahami oleh publik. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Anggota Bawaslu Kabupaten Karangasem, Azwardi Natta, saat menghadiri Rapat Kehumasan terkait pemantauan publikasi dan dokumentasi di Graha Pemilu Alaya Giri Nata, Bawaslu Kabupaten Badung, Kamis (8/9).
Rapat tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan Bawaslu Provinsi Bali, yakni Kordiv P2H, Ketut Aryani selaku pengampu kegiatan, Kordiv PP Datin *I Wayan Wirka, serta Kordiv SDM Organisasi dan Diklat I Nyoman Gede Putra Wiratma.
Dalam kesempatan tersebut, Ketut Aryani menyampaikan apresiasi terhadap kerja-kerja kehumasan yang telah dilakukan jajaran Bawaslu. Menurutnya, publikasi dan dokumentasi bukan sekadar aktivitas pelengkap, tetapi menjadi bagian yang perlu terus dijaga sebagai bentuk pertanggungjawaban lembaga kepada masyarakat.
“Kerja-kerja kehumasan yang selama ini sudah berjalan tentu patut kita apresiasi. Ini harus terus dipelihara dan dirawat, bahkan ditingkatkan, agar apa yang dikerjakan Bawaslu dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” ujar Aryani.
Bagi Azwardi, rapat tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus pengingat bahwa kerja kehumasan harus berjalan beriringan dengan kerja pengawasan. Setiap kegiatan, menurutnya, memiliki nilai dan cerita yang perlu disampaikan kepada publik secara tepat, informatif, serta tetap berpegang pada prinsip kelembagaan.
“Bagi kami di Bawaslu Karangasem, kehumasan bukan hanya soal bagaimana sebuah kegiatan dipublikasikan. Lebih dari itu, bagaimana kerja-kerja pengawasan yang dilakukan dapat diterjemahkan menjadi informasi yang mudah dipahami masyarakat dan memberikan gambaran bahwa Bawaslu benar-benar hadir dalam mengawal demokrasi,” kata Azwardi.
Ia menilai, publikasi yang baik juga membutuhkan dokumentasi yang kuat. Sebab, dokumentasi menjadi bagian dari rekam jejak kelembagaan yang dapat menggambarkan proses, aktivitas, hingga capaian kerja pengawasan Bawaslu dari waktu ke waktu.
“Dokumentasi juga menjadi bagian penting. Apa yang kita kerjakan hari ini harus memiliki rekam jejak yang baik. Karena di kemudian hari, dokumentasi itu bukan hanya menjadi arsip, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah kerja kelembagaan Bawaslu,” lanjutnya.
Azwardi juga melihat rapat kehumasan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan persepsi antarjajaran Bawaslu, khususnya dalam menghadirkan publikasi yang tidak berhenti pada pemberitaan kegiatan seremonial.
Menurutnya, tantangan kehumasan saat ini bukan hanya bagaimana membuat konten yang menarik, tetapi juga memastikan substansi pengawasan dapat tersampaikan secara utuh kepada masyarakat.
“Kita tentu ingin publikasi Bawaslu Karangasem tidak hanya ramai secara tampilan, tetapi juga kuat secara substansi. Masyarakat perlu tahu apa yang kita awasi, mengapa itu penting, dan bagaimana Bawaslu hadir memberikan pencegahan serta pengawasan. Jadi, publikasi harus menjadi jembatan antara kerja lembaga dengan masyarakat,” ungkap Azwardi.
Ia menambahkan, penguatan kehumasan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan berbagai kanal komunikasi yang tersedia. Dengan demikian, kerja pengawasan Bawaslu dapat semakin dekat dengan masyarakat dan tidak hanya dikenal ketika tahapan Pemilu maupun Pemilihan berlangsung.
“Yang paling penting adalah konsistensi. Kerja kehumasan harus terus dirawat, sebagaimana disampaikan oleh Ibu Aryani. Apa yang sudah baik kita pertahankan, yang masih kurang kita evaluasi, dan yang bisa dikembangkan kita tingkatkan. Karena pada akhirnya, kehumasan adalah bagian dari cara Bawaslu membangun kepercayaan publik,” pungkas Azwardi.
Rapat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas publikasi dan dokumentasi Bawaslu di seluruh jajaran, sekaligus memastikan kerja-kerja pengawasan dapat terdokumentasikan dan dikomunikasikan kepada masyarakat secara lebih efektif, akurat, dan berkelanjutan.