Disiplin sebagai Wujud Nasionalisme, Diana Devi Ajak Jajaran Bawaslu Karangasem Perkuat Integritas dari Hal Sederhana
|
Amlapura — Nasionalisme tidak selalu harus diwujudkan melalui tindakan besar. Di lingkungan kerja, semangat mencintai bangsa dapat tumbuh melalui kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesungguhan dalam menjalankan tugas. Pesan tersebut menjadi penekanan Diana Devi, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa (HPS) Bawaslu Kabupaten Karangasem, saat bertindak sebagai pembina apel pagi pada Senin (12/10).
Dalam amanatnya, Diana mengingatkan bahwa disiplin bukan sekadar kewajiban untuk hadir tepat waktu atau mematuhi aturan kerja. Lebih dari itu, disiplin merupakan cerminan integritas dan komitmen setiap individu dalam menjalankan tanggung jawabnya sebagai bagian dari lembaga pengawas pemilu.
Menurutnya, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten akan membentuk budaya kerja yang profesional. Mulai dari ketepatan waktu, kepatuhan terhadap ketentuan, hingga kesungguhan menyelesaikan tugas, seluruhnya menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan terhadap lembaga.
“Disiplin harus dimulai dari diri sendiri. Jangan menunggu diawasi untuk melakukan hal yang benar, tetapi tumbuhkan kesadaran bahwa setiap tugas dan tanggung jawab yang kita emban harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh,” tegas Diana dalam amanatnya.
Ia juga mengaitkan kedisiplinan dengan semangat nasionalisme. Bagi Diana, mencintai Indonesia tidak cukup hanya diwujudkan melalui simbol, seremoni, atau penghormatan terhadap bendera Merah Putih. Nasionalisme perlu hadir dalam perilaku sehari-hari, termasuk melalui kepatuhan terhadap aturan, pengabdian kepada masyarakat, serta kesediaan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.
Dalam konteks tugas Bawaslu, semangat tersebut menjadi semakin penting. Pengawasan pemilu tidak hanya bertumpu pada pelaksanaan regulasi, tetapi juga membutuhkan integritas, konsistensi, dan rasa tanggung jawab dari setiap jajaran. Nilai-nilai itu harus tetap terjaga, termasuk ketika tahapan pemilu tidak sedang berlangsung.
“Nasionalisme dapat kita tunjukkan melalui cara kita bekerja, cara kita menjaga integritas, dan cara kita memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ketika kita menjalankan tugas dengan jujur, disiplin, dan bertanggung jawab, sesungguhnya kita sedang mengambil bagian dalam menjaga demokrasi Indonesia,” ungkapnya.
Diana turut mengingatkan bahwa kedisiplinan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dibangun melalui keteladanan dan kesadaran, bukan semata-mata karena adanya aturan atau pengawasan. Setiap jajaran diharapkan mampu menjaga semangat kerja, memperkuat koordinasi, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap lembaga.
Melalui apel pagi tersebut, Diana mengajak seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Karangasem menjadikan disiplin dan nasionalisme sebagai nilai yang hidup dalam keseharian. Sebab, pengabdian kepada demokrasi tidak hanya terlihat dari pekerjaan besar yang diselesaikan, tetapi juga dari kesetiaan menjalankan tanggung jawab kecil dengan penuh integritas.
Bagi Bawaslu Karangasem, menjaga demokrasi merupakan kerja berkelanjutan yang membutuhkan komitmen setiap insan pengawas. Dari kedisiplinan yang sederhana, tumbuh integritas yang kuat; dari integritas itulah kepercayaan publik terhadap pengawasan demokrasi terus dirawat.