Lompat ke isi utama

Berita

Wujudkan Demokrasi Berintegritas dan Harmoni Alam, Bawaslu Karangasem Turut Dukung Aksi "JALA BALI" di Pura Luhur Batukau

asdasdasd

 

Tabanan - Menyongsong pelaksanaan demokrasi yang berintegritas dan berkelanjutan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bali menggelar aksi JALA BALI (Jaga Alam dan Lingkungan) di kawasan suci Pura Luhur Batukau, Kabupaten Tabanan, pada Rabu (14/10/2026). Aksi nyata pelestarian alam ini tidak hanya dihadiri oleh Bawaslu Provinsi, melainkan juga didukung penuh oleh jajaran Bawaslu Kabupaten Karangasem.

Delegasi dari Bawaslu Kabupaten Karangasem yang hadir pada kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Karangasem, I Nengah Putu Suardika. Turut mendampingi dalam aksi pelestarian lingkungan tersebut, Anggota Bawaslu Karangasem, Diana Devi, serta Koordinator Sekretariat Bawaslu Karangasem, Anak Agung Gede Ari Paramartha.

Kehadiran jajaran Bawaslu Karangasem mempertegas komitmen bahwa tugas pengawas pemilu tidak hanya terbatas pada pengawalan suara di bilik pemilu, melainkan juga merawat kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian bumi dan keseimbangan ekologis secara berkesinambungan.

Ketua Bawaslu Karangasem, I Nengah Putu Suardika, menegaskan pentingnya aksi ini sebagai wujud tanggung jawab pengawas pemilu terhadap keharmonisan lingkungan yang pada akhirnya akan berdampak positif pada kualitas demokrasi.

"Kehadiran kami dari Bawaslu Karangasem dalam aksi Jala Bali ini adalah wujud komitmen nyata bahwa demokrasi tidak hanya bicara soal politik, tetapi juga tentang tanggung jawab moral kita bersama terhadap bumi yang kita pijak. Kelestarian alam adalah fondasi dari demokrasi yang sehat, bermartabat, dan berintegritas," ujar I Nengah Putu Suardika di sela-sela kegiatan.

Kegiatan Jala Bali ini turut diisi dengan arahan dari Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Provinsi Bali, Gede Sutrawan, yang mengajak masyarakat untuk menjadikan kepedulian calon pemimpin terhadap isu lingkungan sebagai tolak ukur dalam Pemilu mendatang.

"Masyarakat perlu semakin memperhatikan kepedulian calon pemimpin terhadap isu-isu lingkungan sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan pilihan. Pemimpin yang terpilih nantinya harus benar-benar mengutamakan kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi," tegas Sutrawan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Koordinator Divisi SDMO Bawaslu Provinsi Bali, I Nyoman Gede Putra Wiratma. Ia menyoroti esensi tanggung jawab kelembagaan di tengah masyarakat. “Kehadiran Bawaslu di tengah masyarakat melalui program Jala Bali adalah bentuk komitmen nyata bahwa kepedulian terhadap alam merupakan tanggung jawab moral kita bersama,” ungkapnya.

Rangkaian acara Jala Bali berlangsung khidmat, memadukan nilai spiritual dan ekologis. Diawali dengan persembahyangan bersama demi memohon keseimbangan alam semesta, kegiatan dilanjutkan dengan aksi pelepasan burung dan pemberian pakan ikan sebagai simbol kepedulian pada ekosistem perairan darat. Sebagai puncak acara, jajaran Bawaslu yang hadir, termasuk delegasi Bawaslu Karangasem, bersama-sama melakukan penanaman pohon untuk memulihkan fungsi ekologis kawasan Pura Luhur Batukau.

Aksi yang penuh makna ini turut dihadiri oleh jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota se-Bali, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Tabanan, Ketua KPU Tabanan, serta Sekretaris Pura Batukaru yang mewakili Bendesa Desa adat setempat.

Melalui sinergi dalam JALA BALI, Bawaslu berharap pesan integritas moral dan pelestarian lingkungan dapat terus bergema kuat di tengah masyarakat demi mengawal kedaulatan rakyat ke depannya.