Lompat ke isi utama

Berita

Aryani Tekankan Peningkatan Aktivitas Pencegahan di Karangasem

Ketut Aryani tengah berbincang bersama pimpinan Bawaslu Karangasem

Amlapura, Bawaslu Karangasem – Monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas (P2H) Bawaslu Provinsi Bali, Ketut Aryani, di Bawaslu Kabupaten Karangasem, Selasa (14/10), menyoroti pentingnya peningkatan aktivitas pencegahan di masa non-tahapan.

Dalam arahannya, Ketut Aryani menegaskan bahwa meski belum memasuki tahapan pemilu, upaya pencegahan tidak boleh berhenti.

“Pencegahan harus tetap berjalan walaupun kita masih di masa non-tahapan. Publikasi kegiatan juga perlu ditingkatkan agar masyarakat tahu bahwa Bawaslu terus bekerja,” ujarnya.

Sebagai satu-satunya perempuan dalam dua kali tapuk kepemimpinan Bawaslu Provinsi, Aryani  juga mendorong agar jajaran Bawaslu Karangasem lebih inovatif dalam menyampaikan pesan-pesan pengawasan kepada publik.

“Coba buat konten yang kreatif dan edukatif. Masukkan unsur pendidikan, pengawasan partisipatif, serta identifikasi kerawanan agar masyarakat bisa ikut berperan aktif,” pesannya.

Ia berharap, Bawaslu Karangasem dapat memiliki strategi khusus dalam memperkuat kegiatan pencegahan. “Saya ingin Bawaslu Karangasem punya langkah nyata yang bisa menambah kegiatan pencegahan di wilayahnya,” tambah Aryani.

Ketua Bawaslu Kabupaten Karangasem, I Nengah Putu Suardika, menyambut baik saran tersebut. “Arahan dari Bawaslu Provinsi sangat kami apresiasi. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja pencegahan di daerah,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Koordinator Divisi P2H Bawaslu Karangasem, Azwardi Natta. “Kami akan menindaklanjuti masukan dari provinsi dengan memperbanyak publikasi kegiatan pencegahan dan memperkuat keterlibatan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Karangasem, Diana Devi, menambahkan bahwa kegiatan pencegahan juga harus menyentuh aspek pendidikan politik masyarakat. “Kami berkomitmen menghadirkan kegiatan yang tidak hanya informatif, tetapi juga mendidik masyarakat agar semakin sadar akan pentingnya pengawasan partisipatif,” ujarnya.