Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Karangasem Gelar Konsolidasi Demokrasi di Karangasem Festival, Gandeng Pengusaha Kain Gringsing Tolak Politik Uang

sadasdwe

Amlapura – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Karangasem memanfaatkan momentum Karangasem Festival dan Peringatan Hari Ulang Tahun Kota Amlapura ke-386 di Taman Kota Candra Buana untuk mendekatkan nilai-nilai demokrasi kepada masyarakat, Senin (22/6). Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan konsolidasi demokrasi dan diskusi inklusif berbasis kearifan lokal bersama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam kegiatan yang berlangsung dialogis dan partisipatif tersebut, Bawaslu Karangasem berdiskusi langsung dengan I Putu Kurniawan, seorang pengusaha UMKM kain tradisional (kain Gringsing) khas Desa Tenganan Pegringsingan yang tengah membuka stan pameran di festival tersebut.

Anggota Bawaslu Kabupaten Karangasem, Diana Devi, menegaskan bahwa kesuksesan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas bukan hanya bertumpu pada penyelenggara, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk para pelaku usaha lokal.

"Keberhasilan pemilu tidak hanya diukur dari tingginya tingkat partisipasi pemilih, tetapi juga dari kemampuan kita semua dalam menjaga proses demokrasi agar tetap berintegritas. Pelaku UMKM dan pedagang memiliki interaksi langsung yang luas dengan masyarakat, sehingga posisi mereka sangat strategis sebagai mitra pengawasan partisipatif untuk mencegah pelanggaran," ujar Diana Devi.

Dalam diskusi tersebut, Bawaslu secara khusus menyoroti bahaya laten politik uang (money politics) yang kerap mengancam kualitas kedaulatan rakyat. Diana Devi menjelaskan bahwa praktik pemberian uang, barang, atau janji untuk memengaruhi pilihan politik dapat menghilangkan kebebasan murni masyarakat dan merusak sendi-sendi keadilan pemilu. Selain itu, dipaparkan pula sejumlah isu krusial yang menjadi tantangan demokrasi saat ini, seperti pentingnya menjaga integritas pemilih agar menggunakan hak pilih secara bebas dan bertanggung jawab, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran informasi palsu (hoaks) dan disinformasi di media sosial. Bawaslu juga mengajak masyarakat untuk tegas menolak ujaran kebencian maupun politisasi identitas yang dapat memecah persatuan, sembari mendorong pemanfaatan teknologi informasi secara bijaksana dalam memperoleh informasi kepemiluan demi memperkuat pengawasan partisipatif di setiap tahapan pemilu.

"Pedagang kain memiliki jaringan sosial yang kuat, sehingga rentan menjadi sasaran atau bahkan perantara politik uang. Kami mengajak seluruh pedagang dan pelaku usaha untuk berkomitmen tegas menolak segala bentuk pemberian tersebut. Jika menemukan dugaan praktik politik uang di lingkungan sekitar, jangan ragu untuk melaporkannya kepada Bawaslu," tegasnya.

Di sisi lain, perwakilan pengusaha UMKM kain Gringsing, I Putu Kurniawan, S.E., menyambut baik dan mengapresiasi pendekatan edukatif yang dilakukan Bawaslu Karangasem. Menurutnya, festival budaya dan ekonomi kreatif seperti ini memang menjadi sarana yang sangat efektif untuk memperkuat kebersamaan sekaligus membangun kesadaran politik yang sehat di tengah masyarakat.

"Kami selaku pelaku usaha sangat berharap situasi politik di Kabupaten Karangasem tetap kondusif dan aman. Kondisi yang stabil tentu akan sangat mendukung keberlangsungan usaha masyarakat serta kemajuan sektor pariwisata daerah," ungkap Putu Kurniawan.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Karangasem berhasil memperkuat kesadaran demokrasi masyarakat sekaligus membangun kemitraan dengan pelaku UMKM sebagai bagian dari upaya mewujudkan demokrasi yang partisipatif, berintegritas, dan berkualitas. Pertemuan ini menjadi sarana efektif bagi Bawaslu untuk mendekatkan nilai-nilai pengawasan kepada masyarakat dalam suasana yang inklusif, edukatif, dan berbasis kearifan lokal.

 

.