Bawaslu Karangasem Lakukan Uji Petik Data Pemilih di Seraya Barat, Temukan Enam Data Pemilih Meninggal Dunia
|
Karangasem - Anggota Bawaslu Kabupaten Karangasem, Diana Devi, beserta staf Sekretariat, melaksanakan kegiatan uji petik (kroscek) data pemilih di Desa Seraya Barat pada Jumat (14/11). Kegiatan ini bertujuan memastikan validitas Daftar Pemilih dan meminimalkan potensi kesalahan data, terutama terkait pemilih yang sudah tidak memenuhi syarat. Kegiatan diawali dengan melakukan koordinasi dan kroscek data di Kantor Perbekel Seraya Barat, yang diterima langsung oleh Perbekel, I Wayan Patra Suastra.
Diana Devi menjelaskan bahwa kroscek awal ini penting untuk memverifikasi data sebelum terjun ke lapangan. "Setelah melakukan kroscek data secara administrasi di kantor Perbekel, kami langsung turun ke lapangan. Langkah ini krusial untuk memastikan bahwa data yang kami miliki sesuai dengan fakta di lapangan," ujar Diana Devi.
Setelah kroscek data, tim Bawaslu didampingi oleh aparatur desa setempat, yaitu Kepala Dusun (Kadus) Pasiatan Kaler, I Nyoman Rumadiarsa, dan Kadus Pasiatan Kelod, Nengah Suata, untuk melakukan verifikasi faktual langsung di wilayah masing-masing.
Dalam kegiatan uji petik di lapangan, tim Bawaslu menemukan total enam data pemilih yang sudah meninggal dunia. Di wilayah Pasiatan Kelod, tim mendapatkan sampling lima data pemilih meninggal, dan status kematian tersebut telah dibuktikan secara resmi oleh akta kematian yang ditunjukkan oleh Kepala Dusun. Sementara itu, di wilayah Pasiatan Kaler, tim mengambil sampling satu data pemilih meninggal yang dibuktikan dengan KTP, Kartu Keluarga, serta keterangan langsung dari anak kandung almarhum/almarhumah.
Menanggapi temuan ini, Diana Devi menegaskan pentingnya akurasi data. "Kami menemukan total enam data pemilih yang terindikasi sudah meninggal dunia. Temuan ini langsung kami catat dan buktikan dengan dokumen pendukung seperti akta kematian, KTP, dan KK, serta keterangan keluarga. Ini menegaskan bahwa uji petik sangat efektif untuk membersihkan data pemilih dari elemen yang tidak memenuhi syarat. Kami berharap temuan ini segera ditindaklanjuti oleh KPU agar menghasilkan DPT yang benar-benar akurat," tutup Diana Devi.