Lompat ke isi utama

Berita

Kawal Akurasi Data Pemilih, Bawaslu Lakukan Uji Petik di Desa Antiga Kelod

asdasdad

 

Karangasem, Bawaslu Karangasem – Anggota Bawaslu Provinsi Bali, Ketut Ariyani, didampingi oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Karangasem, Azwardi Natta dan Diana Devi, beserta jajaran staf melakukan uji petik Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) di Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Rabu (26/11).

Langkah jemput bola ini dilakukan untuk memastikan keakuratan data pemilih di tingkat akar rumput. Kedatangan rombongan Bawaslu disambut hangat oleh Perbekel Desa Antiga Kelod, I Ketut Mertha, di kantor desa setempat.

Dalam pertemuan tersebut, Anggota Bawaslu Karangasem, Azwardi Natta menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk melakukan verifikasi faktual atau uji petik terhadap anomali data yang ditemukan.

"Kedatangan kami untuk melakukan uji petik sampling PDPB. Berdasarkan pencermatan, masih terdapat data pemilih yang dimasukkan sebagai pemilih baru, padahal kenyataannya warga tersebut sudah meninggal dunia. Jadi, kami turun langsung untuk mengkroscek kembali kebenaran data tersebut," tegas Azwardi.

Senada dengan Azwardi, Anggota Bawaslu Bali, Ketut Ariyani menambahkan bahwa fokus pengawasan data tidak hanya pada warga yang meninggal dunia, tetapi juga perihal alih status profesi.

"Selain data kematian, uji petik ini juga mengecek pemilih yang beralih status. Baik itu dari masyarakat sipil yang menjadi anggota TNI/Polri, maupun sebaliknya, dari TNI/Polri yang sudah pensiun dan kembali memiliki hak pilih sebagai masyarakat biasa. Data pemilih baru juga menjadi atensi kami," imbuh Ariyani.

Merespons hal tersebut, Perbekel Desa Antiga Kelod, I Ketut Mertha, memberikan apresiasi atas proaktifnya Bawaslu dalam mengawal data kependudukan warganya. Ia pun langsung menginstruksikan para Kepala Kewilayahan (Kepala Lingkungan) yang lebih memahami kondisi warganya secara langsung untuk mendampingi tim.

"Kami sangat menyambut baik dan berterima kasih atas kehadiran tim Bawaslu untuk memperbaiki data pemilih ini. Sinergi ini penting agar data kependudukan di desa kami benar-benar valid dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari," ujar Ketut Mertha.

Tim Bawaslu kemudian bergerak melakukan pengecekan data bersama Kepala Kewilayahan Banjar Dinas Bengkel, I Ketut Darma. Berdasarkan hasil pengecekan, data Bawaslu terkonfirmasi kebenarannya.

"Memang benar, dari data yang disampaikan oleh Bawaslu Kabupaten Karangasem, ada warga kami yang sebenarnya sudah meninggal dunia, namun ternyata masih terdata sebagai pemilih baru," ungkap I Ketut Darma saat dilakukan pencocokan data.

Guna memastikan validitas temuan tersebut, tim Bawaslu bersama perangkat desa setempat kemudian meminta izin untuk turun langsung ke lapangan mendatangi rumah warga guna melakukan verifikasi faktual.