Lompat ke isi utama

Berita

Ajak Anak Muda Peduli Pilkada Tahun 2024

Para peserta sosialisasi terdiri atas Mahasiswa dan Siswa/siswi  SMA dan SMK

 

Pesagi, Bawaslu Karangasem – Bawaslu Karangasem kembali gelar sosialisasi pengawasan partisipatif yang menggandeng anak muda. “Kita sasar anak muda karena mereka biasanya kritis, idealis. Jadi sangat bagus kalau mengetok-tularkan informasi kepemiluan pada mereka’, sebut Azwardi Nata, selaku Kordiv P2H Bawaslu Karangasem.

Giat yang dilaksanakan pada Senin (11/11) bertempat di Chic’n Cozy Pesagi dihadiri oleh mahasiswa serta sisa/siswi yang duduk di bangku SMA/SMK. “Kita selalu pesankan biar informasi yang diperoleh disini, setidaknya disebarluaskan di sekolah dan keluarganya”, tandas Azwar kembali.

Lebih dalam, Azwardi menyebutkan bahwa fokus pembahasan sosialisasi kaitannya pada potensi pelanggaran yang dilakukan melalui media internet. Menurut mantan aktivis Ibukota itu bahwa saat ini trend kampanye di sosial media tidak dapat diabaikan. Para paslon bahkan sangat gencar melakukan kampanye di sosial media.

“Anak muda kan biasanya menghabiskan waktu dominan di sosmed. Nah kalau ada pelanggaran di sosmed bisa saja mereka tahu dengan cepat.  Pelanggaran biar di screenshoot dan lapor ke kita (Bawaslu)”, harap Azwar. Laporkan Pelanggaran Siber ke Bawaslu

Beberapa potensi pelanggaran yang dipaparkan dalam sosialisasi antara lain terkait larangan penyebarluasan hoax, kampanye hitam, netralitas ASN/TNI/POLRI serta potensi munculnya politik uang.

“Kalau ada pelanggaran begitu, minimal adik-adik mau melapor ke Bawaslu. Ini sebagai cara berterima kasih kepada pendahulu bangsa untuk menyelematkan bangsa ini”, jelas Azwardi di hadapan forum.

Melalui giat ini, Azwar melayangkan harapan bahwa anak muda jadi lebih peduli dengan proses demokrasi di Tanah Air. “Kami berharap, dengan acara begini mereka bisa tidak apatis terhadap proses pencetakan pemimpinnya”, pungkasnya lebih lanjut.

Bawaslu Karangasem berkomitmen akan terus mengupayakan sosialisasi semacam ini terus berlanjut. Tujuannya untuk memberikan edukasi kepada kaum milenial dan gen Z sehingga mampu menggunakan hak pilihnya.