Bawaslu Dorong Partisipasi Disabilitas, Sosialisasi Digelar di SLB Negeri 1 Karangasem
|
Amlapura, Bawaslu Karangasem- Bawaslu terus mendorong penguatan pengawasan partisipatif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Hal tersebut diwujudkan oleh Bawaslu Provinsi Bali melalui kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif yang dilaksanakan di SLB Negeri 1 Karangasem.
Dalam kegiatan tersebut, Kordiv Hukum dan Penyelesaian Sengketa BawasluKarangasem, Diana Devi bersama Kordiv P2H, Azwardi Natta mendampingi Kordiv P2H Bawaslu Provinsi Bali, Ketut Aryani. Kegiatan ini juga didampingi oleh Kepala SLB Negeri 1 Karangasem, Ketut Caturwangi.
Dalam pemaparannya, Ketut Aryani menekankan pentingnya keterlibatan penyandang disabilitas dalam setiap tahapan pemilu. Ia menyebutkan bahwa tingkat partisipasi penyandang disabilitas masih tergolong rendah.
“Berdasarkan data, partisipasi penyandang disabilitas masih minim. Pada Pemilu 2019 di Provinsi Bali, dari 4.005 pemilih disabilitas hanya 1.420 yang menggunakan hak pilihnya. Sementara pada Pemilu 2024, dari 20.428 hanya 4.149 yang menggunakan hak pilih,” ujar Aryani.
Lebih lanjut, Aryani menyampaikan bahwa berbagai instrumen evaluasi terus dipertimbangkan agar ke depan keterlibatan penyandang disabilitas dalam pemilu dapat meningkat.
“Kami terus melakukan evaluasi agar ke depan penyandang disabilitas dapat lebih terlibat aktif dalam setiap tahapan pemilu,” tambahnya.
Selain itu, Aryani juga menjelaskan tugas dan fungsi Bawaslu kepada para siswa. Ia mengajak para peserta untuk turut berperan aktif dalam pengawasan pemilu.
“Kami mengajak adik-adik semua untuk berani melaporkan jika menemukan pelanggaran dalam pemilu, termasuk dalam tahapan kampanye,” tegasnya.
Sementara itu, Azwardi Natta menyampaikan bahwa dalam kegiatan tersebut, siswa-siswi SLB juga memberikan sejumlah masukan kepada Bawaslu terkait aksesibilitas pemilu.
“Siswa-siswi menyampaikan harapan agar ke depan TPS lebih ramah disabilitas, seperti adanya dukungan bagi pemilih dengan keterbatasan fisik serta kemudahan dalam mengenali surat suara bagi tuna netra,” jelas Azwardi.
Di sisi lain, Diana Devi juga menyampaikan harapan Bawaslu agar penyandang disabilitas dapat semakin berperan aktif dalam demokrasi.
“Kami berharap ke depan penyandang disabilitas tidak hanya hadir sebagai pemilih, tetapi juga berani terlibat dalam pengawasan partisipatif demi mewujudkan pemilu yang inklusif, adil, dan berintegritas,” ungkap Diana.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu berharap partisipasi penyandang disabilitas tidak hanya meningkat sebagai pemilih, tetapi juga sebagai bagian dari pengawas partisipatif dalam mewujudkan pemilu yang inklusif dan berkeadilan.