Lompat ke isi utama

Berita

Azwardi : Dari Pelestarian Alam Menuju Demokrasi yang Berkelanjutan

Azwardi (kiri) saat melakukan penanaman pohon dalam JALA BAli di Gianyar

Sukawati, Bawaslu Karangasem – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial terus diwujudkan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Bali. Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (Pencegahan, Parmas dan Humas) Bawaslu Kabupaten Karangasem, Azwardi Natta mengikuti kegiatan JALA (Jaga Alam dan Lingkungan) yang diselenggarakan Bawaslu Provinsi Bali pada Rabu (29/7) di kawasan Hidden Canyon Beji Guwang, Sukawati, Kabupaten Gianyar.

Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di lingkungan kelembagaan Bawaslu.

Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Karangasem berpartisipasi dengan menanam satu pohon kelapa serta melepas benih ikan ke sumber mata air sebagai simbol komitmen menjaga keberlanjutan ekosistem dan kelestarian sumber daya alam.

Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Karangasem, Azwardi Natta, mengatakan bahwa menjaga lingkungan memiliki keterkaitan erat dengan upaya membangun demokrasi yang berkelanjutan.

"Demokrasi yang berkualitas lahir dari masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kepentingan bersama. Melalui Gerakan JALA, kami ingin menegaskan bahwa menjaga alam adalah bagian dari tanggung jawab warga negara. Nilai gotong royong, kepedulian, dan keberlanjutan yang diwujudkan dalam pelestarian lingkungan juga menjadi fondasi penting dalam membangun demokrasi yang sehat dan berintegritas," ujar pria asal Sidemen, Karangasem itu.

Ia menambahkan bahwa Bawaslu tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan pemilu, tetapi juga berupaya menumbuhkan budaya partisipatif yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

"Semangat kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan ini sejalan dengan semangat pengawasan partisipatif. Ketika seluruh elemen masyarakat mampu bekerja sama menjaga lingkungan, semangat yang sama juga dapat diwujudkan dalam menjaga proses demokrasi agar berlangsung jujur, adil, dan bertanggung jawab," tambahnya.

Melalui Gerakan JALA, Bawaslu Provinsi Bali bersama Bawaslu Kabupaten/Kota se-Bali menunjukkan bahwa nilai-nilai demokrasi tidak hanya diwujudkan melalui penyelenggaraan pemilu yang berintegritas, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan hidup sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. Penanaman pohon dan pelepasan ikan menjadi simbol harapan agar keberlanjutan alam tetap terjaga, sebagaimana komitmen seluruh jajaran Bawaslu untuk terus menjaga kualitas demokrasi demi masa depan yang lebih baik.