Peringatan Maulid Nabi di Desa Sinduwati, Azwardi Natta Tekankan Nilai Kebangsaan Melalui Tradisi Rudat
|
Sidemen - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Abror, Desa Sinduwati, menjadi momentum berharga untuk merefleksikan kembali nilai-nilai kebangsaan dan kerukunan antarumat beragama. Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Karangasem, Azwardi Natta, yang juga merupakan tokoh masyarakat setempat, hadir langsung dan menyoroti kuatnya ikatan toleransi yang telah mengakar kuat warisan para leluhur di wilayah tersebut, Selasa (25/8).
Dalam kapasitasnya sebagai pengawas pemilu sekaligus bagian dari masyarakat Sinduwati, Azwardi melihat bahwa merawat kerukunan umat beragama bukan sekadar urusan sosial, melainkan fondasi utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan kedamaian masyarakat. Kedewasaan dalam berdemokrasi pada sebuah wilayah sangat bergantung pada seberapa kuat warganya menjaga persatuan di tengah perbedaan.
Pada kesempatan yang khidmat tersebut, Azwardi memberikan apresiasi khusus terhadap pelestarian Kesenian Rudat oleh umat Muslim di Desa Sinduwati. Rudat yang memadukan lantunan selawat, tabuhan rebana, dan gerakan silat ini, tidak hanya sekadar menjadi sarana syiar agama. Lebih dari itu, seni tradisional ini telah lama menjadi jembatan kultural yang merekatkan ikatan menyama braya (persaudaraan) lintas agama di Karangasem.
“Kesenian Rudat ini adalah warisan kearifan lokal yang sangat luar biasa dari orang tua kita terdahulu. Sebagai bagian dari masyarakat di sini, saya menyaksikan langsung bagaimana saudara-saudara kita umat Muslim dengan penuh sukacita membawakan kesenian ini untuk menghibur saudara-saudara umat Hindu di desa sebelah. Ini adalah wujud nyata dari filosofi persaudaraan tanpa sekat yang harus terus kita jaga kelestariannya,” ungkap Azwardi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa praktik toleransi yang hidup secara alami dari Desa Sinduwati merupakan cerminan murni dari nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila. Keharmonisan kultural semacam ini membuktikan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah jurang pemisah, melainkan kekayaan budaya yang saling melengkapi dan menguatkan identitas bangsa.
“Sikap saling menghormati, hidup berdampingan, dan bahkan saling menghibur antarumat beragama ini adalah energi positif yang sangat besar. Jika fondasi kerukunan dan kebangsaan ini terus kita pegang teguh, saya yakin ke depannya masyarakat tidak akan mudah terpecah belah oleh isu politisasi SARA, ujaran kebencian, maupun hoaks. Demokrasi kita akan tumbuh subur di atas tanah persaudaraan yang kuat,” tegasnya.
Melalui kemeriahan dan kekhidmatan Maulid Nabi ini, Bawaslu Kabupaten Karangasem berharap semangat toleransi otentik yang hidup di Desa Sinduwati dapat menjadi teladan bagi wilayah lainnya. Kekompakan warga adalah modal sosial paling berharga untuk menciptakan iklim masyarakat yang damai, harmonis, dan siap menyongsong proses demokrasi dengan riang gembira.