Lompat ke isi utama

Berita

Donor Darah Sembari Perkuat Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Karangasem Bahas Politik Uang Bersama PMI

Diana Devi berdiskusi dengan staf PMI Kabupaten Karangasem

Karangasem — Komitmen memperkuat pengawasan partisipatif terus dilakukan Bawaslu Kabupaten Karangasem melalui berbagai ruang kolaborasi dengan masyarakat dan lembaga terkait. Hal tersebut dilakukan Kordiv Hukum dan Penyelesaian Sengketa (HPS) Bawaslu Kabupaten Karangasem, Diana Devi, saat berdiskusi bersama pengurus PMI Kabupaten Karangasem, Kadek Agus Budiadnyana, staf Unit PMI Kabupaten Karangasem.

Diskusi berlangsung pada Kamis (13/8) dalam suasana santai sembari melakukan kegiatan donor darah. Dalam pertemuan tersebut, Diana Devi membahas pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawasi setiap potensi pelanggaran pemilu, khususnya praktik politik uang.

Diana menyampaikan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

> “Pengawasan partisipatif ini penting karena Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat memiliki peran besar untuk ikut mengawasi dan berani menyampaikan informasi apabila menemukan dugaan pelanggaran, termasuk praktik politik uang,” ujar Diana.

Menurutnya, politik uang merupakan salah satu tantangan yang perlu terus dicegah karena dapat memengaruhi kebebasan masyarakat dalam menentukan pilihan politik. Karena itu, edukasi dan kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun demokrasi yang sehat.

> “Politik uang bukan sekadar persoalan memberi dan menerima. Dampaknya bisa merusak proses demokrasi karena pilihan masyarakat dapat dipengaruhi oleh imbalan. Karena itu, kita perlu bersama-sama membangun kesadaran bahwa suara adalah hak yang harus dijaga,” jelasnya.

Diana juga mengapresiasi ruang diskusi yang terbangun bersama PMI Kabupaten Karangasem. Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai komunitas dan lembaga menjadi bagian dari upaya memperluas gerakan pengawasan partisipatif.

Sementara itu, Kadek Agus Budiadnyana menyambut baik diskusi tersebut. Ia menilai kegiatan donor darah juga dapat menjadi momentum untuk membangun kepedulian sosial sekaligus memperluas wawasan masyarakat mengenai demokrasi dan pengawasan pemilu.

Pertemuan tersebut menjadi salah satu bentuk pendekatan Bawaslu Kabupaten Karangasem dalam menyampaikan pesan-pesan pengawasan partisipatif secara lebih dekat dengan masyarakat. Semangat menjaga demokrasi pun dibangun dari hal sederhana, mulai dari kepedulian terhadap sesama melalui donor darah hingga kepedulian terhadap kualitas demokrasi dengan menolak politik uang.