Lompat ke isi utama

Berita

Ketua Bawaslu Karangasem Hadiri Diskusi Publik di Unwar, Tekankan Peran Strategis Gen Z dalam Demokrasi Digital

dasdasdqweqwe

 

Denpasar – Ketua Bawaslu Kabupaten Karangasem, I Nengah Putu Suardika, menghadiri undangan Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Warmadewa bekerja sama dengan Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM). Kegiatan yang bertajuk "Clicktivism: Menilai Kualitas Partisipasi Anak Muda dalam Ketahanan Demokrasi Digital" ini digelar di Gedung Aula Ajnadewi, Universitas Warmadewa, Kamis, (29/1) 

Kehadiran I Nengah Putu Suardika merupakan bentuk apresiasi terhadap undangan yang diberikan dalam rangka membahas peran anak muda di era digital. Diskusi ini secara khusus membedah fenomena clicktivism partisipasi politik melalui aktivitas daring dan dampaknya terhadap kualitas demokrasi.

Ditemui usai menyimak pemaparan para narasumber, I Nengah Putu Suardika menyatakan dukungannya terhadap penguatan literasi digital bagi pemilih muda. Ia menekankan bahwa Generasi Z harus lebih bijak dalam menyaring arus informasi di media sosial.

"Dari diskusi tadi, saya sangat setuju bahwa Generasi Z perlu lebih bijak dalam bermedia sosial. Di era sekarang, kita tidak boleh menerima begitu saja informasi yang muncul di beranda. Perlu dilakukan validasi dan pengecekan fakta terhadap setiap info yang didapatkan agar kita tidak menjadi penyebar berita yang belum tentu kebenarannya," ujar I Nengah Putu Suardika.

Mengingat komposisi pemilih muda pada Pemilu 2024 yang mencapai lebih dari 50 persen, Suardika berharap besar agar potensi besar ini diimbangi dengan peran aktif yang substansial.

"Gen Z adalah agen perubahan. Dengan jumlah pemilih yang sangat besar, mencapai lebih dari 50 persen, mereka memiliki kekuatan untuk menentukan masa depan demokrasi kita. Saya berharap dalam berdemokrasi, anak muda tidak hanya diposisikan sebagai obyek atau sekadar angka pemilih, tetapi harus menjadi subjek yang aktif dan kritis," tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu membuka ruang refleksi bagi para peserta mengenai bagaimana menjaga ketahanan demokrasi digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.