Konsolidasi Demokrasi di Pasar Karangsokong, Ketua Bawaslu Karangasem Ajak Pedagang Jadi Pemilih Cerdas
|
Amlapura - Ketua Bawaslu Kabupaten Karangasem, I Nengah Putu Suardika melaksanakan kegiatan konsolidasi demokrasi di Pasar Karangsokong, Subagan, pada Selasa (26/5). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi dan meningkatkan kesadaran pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, I Nengah Putu Suardika menyampaikan bahwa partisipasi masyarakat sebagai pemilih merupakan salah satu indikator penting dalam keberhasilan pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan.
“Partisipasi masyarakat sebagai pemilih merupakan salah satu indikator penting dalam keberhasilan pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan. Masyarakat tidak hanya memiliki hak untuk memilih, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga kualitas demokrasi melalui partisipasi aktif dalam setiap tahapan Pemilu dan Pemilihan,” ujar Suardika.
Ia juga menegaskan bahwa lingkungan pasar tradisional memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran demokrasi karena menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai latar belakang. Oleh sebab itu, Bawaslu Kabupaten Karangasem terus berupaya mendekatkan pendidikan demokrasi kepada masyarakat secara langsung.
“Pasar tradisional memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran demokrasi karena menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai latar belakang. Untuk itu, Bawaslu Kabupaten Karangasem terus berupaya mendekatkan pendidikan demokrasi kepada masyarakat secara langsung, termasuk melalui kegiatan diskusi dan konsolidasi demokrasi bersama pedagang pasar,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Karangasem juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya para pedagang Pasar Karangsokong, agar tidak mudah terpengaruh politik uang maupun informasi hoaks yang dapat merusak kualitas demokrasi.
“Masyarakat harus menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan berani menentukan pilihan berdasarkan hati nurani demi terciptanya Pemilu dan Pemilihan yang jujur, adil, aman, dan berintegritas,” tegasnya.
Selain itu, Suardika turut menekankan pentingnya pengawasan partisipatif dari masyarakat dalam setiap tahapan Pemilu dan Pemilihan. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat dalam pengawasan dapat mencegah potensi pelanggaran sejak dini sehingga proses demokrasi dapat berjalan lebih baik dan dipercaya publik.
“Dengan adanya keterlibatan aktif masyarakat dalam pengawasan, potensi pelanggaran Pemilu dapat dicegah sejak dini sehingga proses demokrasi dapat berjalan lebih baik dan dipercaya oleh publik,” pungkasnya.