Pastikan Akurasi DPT, Bawaslu Bali dan Bawaslu Karangasem Lakukan Uji Petik Data Meninggal di Desa Ulakan
humas | Senin, Desember 1, 2025 - 19:38
Karangasem – Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Karangasem, Azwardi Natta, bersama jajaran staf mendampingi Anggota Bawaslu Provinsi Bali, Ketut Ariyani, saat melaksanakan uji petik pengawasan data pemilih di Desa Ulakan, Kecamatan Manggis, pada Senin (1/12). Fokus utama kegiatan ini adalah menyisir data pemilih yang dikabarkan telah meninggal dunia namun terindikasi masih tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Kegiatan ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap kroscek Data Pemilih yang dimiliki Bawaslu. Anggota Bawaslu Provinsi Bali, Ketut Ariyani, menekankan pentingnya verifikasi faktual untuk menjaga kualitas data pemilih.
"Langkah uji petik ini kami ambil karena adanya indikasi anomali data, di mana setelah kami lakukan kroscek pada Data Pemilih yang kami miliki sekaligus pengecekan pada Cek DPT Online, masih ditemukan nama-nama pemilih yang statusnya sudah meninggal dunia namun masih terdaftar. Kami harus memastikan langsung kebenarannya agar data pemilih kita benar-benar akurat," tegas Ariyani.
Dalam pelaksanaannya, tim Bawaslu melakukan sampling dengan mendatangi langsung lokasi berdasarkan data awal yang dimiliki. Proses verifikasi ini dibantu dan didampingi secara intensif oleh Kepala Wilayah setempat untuk memudahkan penelusuran alamat dan identitas warga.
Di lapangan, tim Bawaslu bertemu langsung dengan pihak keluarga dari pemilih yang datanya diverifikasi. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Kepala Wilayah dan keterangan faktual dari keluarga, terkonfirmasi bahwa warga yang bersangkutan memang benar telah meninggal dunia. Hal ini turut dibuktikan dengan adanya dokumen pendukung berupa Akta Kematian yang ditunjukkan oleh pihak keluarga.
Menanggapi temuan tersebut, Anggota Bawaslu Kabupaten Karangasem, Azwardi Natta, menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti hasil uji petik ini secara administratif.
"Kehadiran kami bersama pimpinan Bawaslu Bali hari ini adalah bentuk keseriusan dalam mengawal hak pilih. Hasil dari uji petik yang dilakukan akan kami tindaklanjuti dengan segera menyusun saran perbaikan kepada KPU. Kami harap data-data ini valid tidak menimbulkan potensi penyalahgunaan surat suara di kemudian hari," ungkap Azwardi Natta di lokasi kegiatan.