Rakor P2H Bawaslu Bali: Azwardi Natta Paparkan Strategi Kolaborasi Kampus hingga Gerakan 'Karasemerti'
|
Amlapura – Anggota Bawaslu Kabupaten Karangasem, Azwardi Natta, didampingi Staf Pencegahan, Parmas, dan Humas (P2H), menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Program Kerja Divisi P2H Tahun 2026 yang digelar Bawaslu Provinsi Bali secara daring via Zoom Meeting, Jumat (23/1).
Rapat ini digelar dalam rangka penyamaan persepsi terkait strategi pengawasan dan peningkatan partisipasi masyarakat di tahun 2026. Dalam kesempatan tersebut, Azwardi Natta memaparkan sejumlah langkah inovatif yang telah dan sedang dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Karangasem.
Salah satu poin utama yang disampaikan adalah strategi Bawaslu Karangasem dalam menyasar pemilih muda melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, khususnya Kampus Alfa Prima Karangasem. Azwardi menjelaskan bahwa Bawaslu hadir tidak hanya sebagai narasumber, tetapi juga memberikan dukungan nyata berupa sponsorship kegiatan kemahasiswaan.
"Kami baru saja melakukan sosialisasi di Kampus Alfa Prima. Di sana, Bawaslu hadir memberikan sponsorship sekaligus menyampaikan materi ajakan agar mahasiswa berperan aktif dalam mengawasi Pemilu," ujar Azwardi.
Lebih lanjut, Azwardi menekankan pentingnya kolaborasi digital. Menyadari tingginya engagement media sosial kampus tersebut, Bawaslu Karangasem menjalin sinergi untuk memperluas jangkauan konten kepemiluan.
"Kami juga melakukan sinergi dalam pengelolaan media sosial. Kami diberikan ruang untuk berkolaborasi atau 'menumpang' pada akun media sosial kampus yang memiliki jumlah pengikut (followers) lebih besar. Ini strategi efektif agar konten-konten edukasi Bawaslu bisa menjangkau audiens mahasiswa yang lebih luas," tambahnya.
Selain menyasar kampus, Azwardi juga melaporkan perkembangan positif dari Alumni Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) di Karangasem. Para alumni ini telah membentuk komunitas mandiri yang diberi nama Karasemerti (Karangasem Semeton Lestari Demokrasi).
"Kami sangat mengapresiasi inisiatif rekan-rekan alumni P2P. Mereka menamai diri mereka 'Karasemerti' dan secara aktif melakukan sosialisasi pengawasan pemilu melalui akun media sosial pribadi mereka masing-masing. Ini adalah bukti bahwa virus pengawasan partisipatif sudah mulai menyebar," pungkas Azwardi.
Kehadiran Bawaslu Kabupaten Karangasem dalam Rakor ini menegaskan komitmen lembaga untuk terus berinovasi dalam metode pencegahan dan hubungan masyarakat, guna mewujudkan iklim demokrasi yang sehat di Bumi Lahar.