Selasa Produktif, Bawaslu Karangasem Lakukan Uji Petik Data Pemilih Sekaligus Konsolidasi Demokrasi di Bebandem
|
Bebandem, Bawaslu Karangasem — Dalam upaya memastikan hak pilih masyarakat tetap terakomodasi dengan baik, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Karangasem, Diana Devi, melaksanakan uji petik data pemilih di Kecamatan Bebandem. Kegiatan ini bertujuan mengawal proses pemutakhiran daftar pemilih pada pemilu sebelumnya sebagai bahan evaluasi ke depan.
Uji petik dilakukan terhadap enam orang sampel, yang terdiri atas dua pensiunan anggota Polri dan empat anggota Polri aktif. Kegiatan pengawasan tersebut berlangsung di tiga desa, yakni Desa Bungaya Kangin, Desa Sibetan, dan Desa Budakeling.
Dalam pelaksanaannya di lapangan, Diana Devi turut didampingi para perbekel setempat, yakni Rahmat Efendi selaku Kadus Bungaya Kangin, I Wayan Mardana selaku Kadus Sibetan, serta Ida Wayan Dama Indra selaku Kadus Budakeling.
Dalam kesempatan tersebut, Diana Devi mengingatkan pentingnya pembaruan data kependudukan bagi pensiunan anggota Polri agar hak pilih dapat kembali digunakan pada Pemilu mendatang.
“Bagi anggota Polri yang sudah pensiun, kami menghimbau agar segera melakukan perubahan data di Dukcapil sehingga pada Pemilu 2029 nanti sudah bisa menggunakan hak pilihnya kembali,” ujar Diana Devi.
Ia juga menegaskan pentingnya netralitas bagi anggota Polri yang masih aktif serta seluruh perangkat desa dalam setiap proses politik.
“Untuk anggota Polri yang masih aktif, kami mengingatkan agar tetap menjaga netralitas. Begitu juga perangkat desa diharapkan menjaga sikap netral dalam setiap kegiatan politik,” tegasnya.
Selain melakukan pengawasan data pemilih, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan konsolidasi demokrasi bersama ketiga perbekel pada tiga desa tersebut.
Lebih lanjut, Diana Devi berharap kolaborasi antara Bawaslu dan pemerintah desa terus diperkuat guna mendorong pengawasan partisipatif di masyarakat.
“Kami berharap terjalin kolaborasi yang baik antara Bawaslu dengan seluruh desa, khususnya dalam menggaungkan gerakan pengawasan partisipatif agar demokrasi berjalan lebih sehat dan berkualitas,” pungkasnya.