Tanamkan Integritas Sejak Dini, Bawaslu Karangasem Bekali Siswa SMK TI Bali Global Literasi Politik dan Bahaya Money Politic
|
Karangasem - Menjelang perhelatan pesta demokrasi, Bawaslu Kabupaten Karangasem semakin intensif menyasar pemilih pemula guna memastikan generasi muda memiliki pemahaman politik yang sehat. Kali ini, tim sosialisasi Bawaslu hadir menyapa ratusan siswa-siswi SMK TI Bali Global Karangasem dalam agenda Pendidikan Politik dan Pengawasan Partisipatif, Rabu (28/1).
Kehadiran jajaran Bawaslu disambut dengan antusiasme tinggi oleh pihak sekolah dan para siswa yang sebagian besar akan menggunakan hak pilihnya untuk pertama kali.
Dalam pemaparannya, Anggota Bawaslu Kabupaten Karangasem, I Gede Ari Ardana Putra, mengupas tuntas mengenai peran strategis pemuda dalam mengawal arah bangsa. Ari menegaskan bahwa pemilih pemula bukan sekadar angka dalam statistik pemilu, melainkan aktor kunci dalam menentukan kualitas pemimpin masa depan.
"Adik-adik di SMK TI Bali Global adalah pemilik masa depan. Kami hadir di sini untuk memastikan kalian tidak hanya datang ke TPS, tapi datang sebagai pemilih yang cerdas. Kenali lembaganya, pahami prosesnya, dan yang paling penting: jangan pernah golput. Satu suara kalian adalah penentu kebijakan bangsa lima tahun ke depan," ujar Ari Ardana Putra di tengah sesi pemaparan materi.
Lebih lanjut, Anggota Bawaslu Kabupaten Karangasem, Diana Devi, memberikan penekanan khusus pada isu integritas dan literasi hukum. Devi menyoroti kerentanan pemilih muda terhadap praktik politik uang (money politic) yang kerap dikemas secara persuasif.
"Jangan biarkan idealisme kalian dibeli. Politik uang adalah racun bagi demokrasi, dan generasi muda harus menjadi garda terdepan untuk menolaknya. Sebagai siswa sekolah berbasis teknologi, kalian juga harus melek hukum. Kami telah menyediakan layanan JDIH (Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum) Bawaslu Karangasem. Di sana, kalian bisa mengakses semua aturan pemilu secara digital sebagai referensi agar tidak mudah terprovokasi kabar hoaks atau praktik ilegal," terang Diana Devi.
Di sisi lain, Kepala SMK TI Bali Global Karangasem, Kadek vita aristianto, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif Bawaslu yang terjun langsung ke dunia pendidikan. Menurutnya, literasi politik merupakan materi luar biasa yang tidak selalu didapatkan siswa di dalam kurikulum kelas reguler.
"Kami sangat berterima kasih kepada jajaran Bawaslu Kabupaten Karangasem. Sosialisasi ini sangat krusial dan mendidik. Penting bagi siswa kami untuk mengerti aturan main dalam pemilu agar mereka tidak salah langkah dan benar-benar memahami hak serta kewajiban mereka sebagai warga negara," ungkapnya.
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang sadar akan pengawasan pemilu demi terciptanya demokrasi yang bersih dan bermartabat di Kabupaten Karangasem.