Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Karangasem Soroti Data Pemilih Meninggal dan Pemula dalam Rapat Virtual se-Bali

Amlapura - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Karangasem mengikuti rapat koordinasi virtual yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Bali, Selasa (8/7). Rapat yang diikuti oleh Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Kabupaten/Kota se-Bali ini mengangkat tema pembahasan mengenai alat kerja pengawasan Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) serta kendala yang dihadapi di lapangan.

Dalam rapat tersebut, Anggota Bawaslu Provinsi Bali, Ketut Ariyani, menekankan pentingnya akurasi data pemilih untuk menjamin hak pilih warga negara. Ia secara khusus menyoroti dua kelompok rentan dalam daftar pemilih, yakni warga yang telah meninggal dunia dan purnawirawan TNI/Polri.

"Substansinya adalah bagaimana masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya. Untuk itu, penduduk yang meninggal, pastikan agar datanya tidak disalahgunakan. Begitu pula bagi anggota TNI/Polri, pastikan agar yang sudah pensiun dapat dimasukkan kembali ke dalam data pemilih," tegas Ketut Ariyani dalam arahannya.

Ariyani juga menginstruksikan agar seluruh jajaran pengawas pemilu di tingkat kabupaten/kota untuk teliti dan melaporkan setiap temuan dan tindakan yang telah dilakukan ke dalam alat kerja pengawasan yang telah disediakan. "Hal-hal apapun yang telah dilakukan mohon masukkan ke dalam alat kerja," tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Bawaslu Kabupaten Karangasem, Azwardi Natta, menyampaikan laporan hasil pengawasan dan uji petik yang telah dilakukan di wilayahnya. Dalam laporan tersebut, Bawaslu Karangasem menemukan adanya tiga orang pemilih yang telah meninggal dunia namun belum juga dihapus dari daftar pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Selain itu, Bawaslu Karangasem juga melaporkan progres pendaftaran pemilih pemula. Dari lima orang pemilih pemula yang telah direkomendasikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem untuk dimasukkan ke dalam daftar pemilih, tiga di antaranya telah berhasil dimasukkan.

"Kami terus melakukan pengawasan melekat. Untuk dua pemilih pemula lainnya yang belum masuk, berdasarkan koordinasi kami, akan dimasukkan pada data triwulan selanjutnya," ungkap Pria Asal Sidemen tersebut.