Lompat ke isi utama

Berita

Ketog Semprong, Pimpinan Bawaslu Karangasem Datangi Desa Nelaya Ujung untuk Edukasi Politik & Demokrasi

Dialog dengan kelompok nelayan

Amlapura, Bawaslu Karangasem – Seluruh pimpinan dan jajaran Sekretariat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Karangasem mengunjungi Desa Nelayan Ujung Pesisi pada Jumat (15/8). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi politik dan demokrasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya penguatan partisipasi publik dalam pemilu dan pemilihan mendatang.

Kunjungan ini dihadiri oleh seluruh pimpinan Bawaslu Karangasem, yaitu I Nengah Putu Suardika (Ketua), Diana Devi (Koordinator Divisi Hukumdan Penyelesaian Sengketa), Azwardi Natta (Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas), I Kadek Arianta Putra (Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran), dan I Gede Ari Ardana Putra (Koordinator Divisi SDM dan Organisasi). Turut mendampingi, juga Koordinator Sekretariat I Made Sariana beserta jajaran staf sekretariat.

Setibanya di lokasi, para pimpinan langsung menyebar untuk berdialog dengan masyarakat yang tengah melakukan aktivitas kesehariannya. Dalam interaksi tersebut, Bawaslu Karangasem menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga integritas demokrasi, salah satunya dengan menolak praktik politik uang, aktif dalam pengawasan data pemilih berkelanjutan, serta tidak bersikap apatis atau golput pada saat pemilu.

Ketua Bawaslu Karangasem, I Nengah Putu Suardika, menyampaikan bahwa edukasi semacam ini penting untuk mendekatkan lembaga pengawas pemilu dengan masyarakat akar rumput, terutama di wilayah pesisir yang kerap luput dari sosialisasi politik.

Kami datang bukan hanya sebagai pengawas pemilu, tapi sebagai sahabat demokrasi. Kami ingin masyarakat nelayan juga sadar betapa pentingnya satu suara dalam menentukan masa depan,” ujar I Nengah Putu Suardika saat berdialog dengan warga.

Ia menekankan bahwa praktik politik uang masih menjadi ancaman besar dalam demokrasi. “Kalau ada yang datang kasih uang, tolak dengan tegas. Suara bapak ibu tidak bisa dibeli. Jangan gadaikan masa depan hanya karena amplop,” tegasnya.

Sementara itu, Diana Devi mengajak masyarakat untuk aktif dalam pengawasan pemilu. “Kalau ada pelanggaran, bapak ibu jangan takut melapor. Sekarang Bawaslu terbuka untuk semua, apalagi ada pengawasan partisipatif. Kami butuh mata dan telinga masyarakat,” katanya saat menyapa sekelompok nelayan yang tengah mempersiapkan perahunya.

Azwardi Natta menambahkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses pemutakhiran data pemilih. “Kadang yang tidak tercatat itu karena kita sendiri tidak aktif cek data. Kami minta masyarakat ikut awasi, jangan sampai ada pemilih fiktif atau pemilih yang seharusnya tidak memenuhi syarat tapi tetap masuk daftar,” jelasnya.

Koordinator Divisi SDM dan Organisasi, I Gede Ari Ardana Putra, juga menyampaikan harapan agar edukasi seperti ini bisa rutin dilakukan. “Kami ingin masyarakat merasa dekat dengan Bawaslu. Bukan sekadar melihat kami saat pemilu saja, tapi sejak jauh hari sudah bisa berdialog,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, I Kadek Arianta Putra mengingatkan pentingnya menjaga netralitas dan tidak mudah terprovokasi. “Pesta demokrasi harus kita jaga bersama, jangan sampai jadi ajang permusuhan. Bedanya pilihan itu biasa, yang penting kita tetap bersatu,” katanya.

Kegiatan edukasi ini berlangsung hingga siang hari dan disambut antusias oleh warga setempat. Banyak di antara mereka yang menyampaikan pertanyaan dan pengalaman terkait pemilu sebelumnya.

Dengan adanya kegiatan ini, Bawaslu Karangasem berharap tumbuh kesadaran baru di kalangan masyarakat pesisir tentang pentingnya menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas.